Daringpos.com - Calon wakil presiden nomor urut 01 KH Ma’ruf Amin menyebut Jokowi sangat pantas untuk kembali dipilih sebagai presiden. Ia pun menyeru para ulama, santri dan warga yang menghadiri Silaturahim KH Ma'ruf Amin di Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, Cirebon, Senin (25/2/2019) untuk memilih Jokowi pada Pemilu 17 April 2019 nanti.
"Kalau kita memilih Pak Jokowi itu pantas. (Pak Jokowi) Sudah berbuat banyak untuk masyarakat. Jadi yang dipilih nanti siapa? Pak Jokowi," ujar Kiai Ma'ruf yang diamini hadirin.
Kiai Ma'ruf yang juga Mustasyar (penasehat) PB NU ini menilai Jokowi sudah memberikan bukti, bukan sekadar janji. Kiai Ma'ruf juga memberi kesaksian pula bahwa Jokowi adalah muslim yang taat dan keislaman Jokowi sangat bagus.
Di hadapan ribuan santri dan jamaah yang berkumpul di lapangan sepakbola untuk mendengarkan tausiyah, Kiai Ma’ruf pun menepis sejumlah fitnah yang ditujukan kepada Jokowi. Fitnah bahwa Jokowi anti Islam, misalnya.
Terkait hal itu, Kiai Ma’ruf menjamin bahwa justru Jokowi telah berbuat banyak untuk umat Islam dan pesantren. Ia mempertanyakan motif mereka yang sering melontarkan fitnah tersebut.
"Ente yang nuduh-nuduh Pak Jokowi tidak Islami, ente sudah berbuat apa untuk Islam? Ente cuma omdo, omong doang. Alhamdulillah," kata Ma’ruf.
Kiai Ma’ruf mengaku heran dengan pihak-pihak yang masih menyebarkan fitnah kepada Jokowi dan dirinya. Hoaks paling mutakhir disebarkan oleh 3 ibu-ibu di Karawang yang menuding Jokowi akan menghapus adzan dan melegalkan LGBT bila terpilih untuk kedua kalinya.
Ia menyatakan fitnah tersebut sangat keji. Perbuatan itu menurutnya, mengancam keutuhan bangsa, merusak demokrasi dan mengacaukan negara.
"Ini orang ingin mengacaukan negara kita Indonesia dan merusak demokrasi kalau kampanye dengan cara-cara tidak sehat," tandasnya.
KH Ma’ruf mendukung Polri mengusut tuntas kasus tersebut. Ia berharap aktor intelektualnya diungkap.
"Saya kira itu harus terus diproses, harus dicari aktor intelektualnya. Sumber hoaks itu harus diketahui dan harus diproses," imbuh KH Ma’ruf Amin.
Sebagai ulama dan sempat berkiprah di berbagai organisasi keagamaan berpengaruh di negeri ini, Kiai Ma’ruf memastikan tidak mungkin ia bersama Jokowi melakukan perbuatan anti Islam seperti yang disebarkan para tukang hoaks.
Hal itu dikarenakan ia sendiri adalah kiai yang suka adzan. Kalau terpilih sebagai Wakil Presiden, ia tetap akan memastikan adzan selalu berkumandang sesuai waktunya.
"Saya ini kiai tukang adzan kok malah (difitnah jika saya terpilih) tidak ada adzan. Itu bohong, itu fitnah," kata Kiai Ma'ruf. (red)
"Kalau kita memilih Pak Jokowi itu pantas. (Pak Jokowi) Sudah berbuat banyak untuk masyarakat. Jadi yang dipilih nanti siapa? Pak Jokowi," ujar Kiai Ma'ruf yang diamini hadirin.
Kiai Ma'ruf yang juga Mustasyar (penasehat) PB NU ini menilai Jokowi sudah memberikan bukti, bukan sekadar janji. Kiai Ma'ruf juga memberi kesaksian pula bahwa Jokowi adalah muslim yang taat dan keislaman Jokowi sangat bagus.
Di hadapan ribuan santri dan jamaah yang berkumpul di lapangan sepakbola untuk mendengarkan tausiyah, Kiai Ma’ruf pun menepis sejumlah fitnah yang ditujukan kepada Jokowi. Fitnah bahwa Jokowi anti Islam, misalnya.
Terkait hal itu, Kiai Ma’ruf menjamin bahwa justru Jokowi telah berbuat banyak untuk umat Islam dan pesantren. Ia mempertanyakan motif mereka yang sering melontarkan fitnah tersebut.
"Ente yang nuduh-nuduh Pak Jokowi tidak Islami, ente sudah berbuat apa untuk Islam? Ente cuma omdo, omong doang. Alhamdulillah," kata Ma’ruf.
Kiai Ma’ruf mengaku heran dengan pihak-pihak yang masih menyebarkan fitnah kepada Jokowi dan dirinya. Hoaks paling mutakhir disebarkan oleh 3 ibu-ibu di Karawang yang menuding Jokowi akan menghapus adzan dan melegalkan LGBT bila terpilih untuk kedua kalinya.
Ia menyatakan fitnah tersebut sangat keji. Perbuatan itu menurutnya, mengancam keutuhan bangsa, merusak demokrasi dan mengacaukan negara.
"Ini orang ingin mengacaukan negara kita Indonesia dan merusak demokrasi kalau kampanye dengan cara-cara tidak sehat," tandasnya.
KH Ma’ruf mendukung Polri mengusut tuntas kasus tersebut. Ia berharap aktor intelektualnya diungkap.
"Saya kira itu harus terus diproses, harus dicari aktor intelektualnya. Sumber hoaks itu harus diketahui dan harus diproses," imbuh KH Ma’ruf Amin.
Sebagai ulama dan sempat berkiprah di berbagai organisasi keagamaan berpengaruh di negeri ini, Kiai Ma’ruf memastikan tidak mungkin ia bersama Jokowi melakukan perbuatan anti Islam seperti yang disebarkan para tukang hoaks.
Hal itu dikarenakan ia sendiri adalah kiai yang suka adzan. Kalau terpilih sebagai Wakil Presiden, ia tetap akan memastikan adzan selalu berkumandang sesuai waktunya.
"Saya ini kiai tukang adzan kok malah (difitnah jika saya terpilih) tidak ada adzan. Itu bohong, itu fitnah," kata Kiai Ma'ruf. (red)
